Diduga Kontraktor Kabur Sebelum Menyelesaikan Pekerjaan

Investigasi579 Dilihat

GardaJambi.Com – Merangin. Berdasarkan laporan dari warga adanya pekerjaan rabat beton dari Instansi Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Merangin.

Pekerjaan tersebut diduga belum terselesaikan karena pajang volume nya belum cukup, namun pekerjaan di lokasi sudah tidak adalagi atau sudah di tinggalkan, bukan hanya itu saja banyak lagi yang janggal di pekerjaan tersebut  dari pajang volume nya yang diduga kurang, juga tidak ada kualitas nya sebab di bangun asal-asalan, pasal nya banyak yang sudah pecah/retak selain itu ketebalan nya juga tidak merata.

Dari keterangan salah satu warga yang berdomisili di sekitar proyek tersebut, dan minta namanya tidak di publikasikan.

“Pekerjaan ini baru selesai satu minggu yang lalu tapi kami juga merasa ada yang aneh dari pekerjaan ini karena tidak ada papan informasi atau papan merek ini di kerjakan oleh siapa dan siapa konsultan pengawas nya, selain tidak ada papan informasi nya pekerjaan ini juga di kerjakan asal jadi cuba lihat di sudut-sudut nya itu sudah ada yang retak dan juga di tengah nya retak pajang saya rasa ini akibat ketebalan nya yang kurang maka dari itu cepat retak nya,” ujarnya.

Saat di tanya siapa Kontraktor nya. “Kalau tidak salah kontraktor nya ini Kamarul Zaman yang tinggal di simpang harapan itu,” terangnya.

Terpisah, pihak pengawas pelaksana teknis kerja (PPTK) yang biasa di panggil dengan panggilan ‘Adek’ saat di tanyai tentang pekerjaan ini menjelaskan.

“Yo ndo itu memang pekerjaan dari Dinas Perumahan dan Pemukiman sayo pptk nyo kalau untuk masa kontrak kerja nya itu masih lamo sebab itu dari dana APBD-P ndo, masa habis kontrak nyo akhir Desember 2023 besok kalau untuk volume nyo kemeren kami jugo sudah turun dan memang pekerjaan rabat beton tu masih kurang volume nyo, kalau kami dari pihak dinas sudah memberi tahu prihal tersebut ke kontraktor nyo agar pekerjaan ini di sambung lagi kareno volume nyo masih kurang dan kami pihak dinas jugo mengancam kalau tidak dikerjo kan lagi mako sayo pastikan pekerjaan ini tidak biso di termen kan 100 persen,” kata Adek, Jumat (24/11/23) malam.

Yang jadi tanda tanya pekerjaan yang belum selesai, dan saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas pekerjaan dan alat-alat untuk bekerja juga sudah tidak nampak lagi di lokasi proyek tersebut, dan juga material seperti pasir, koral, semen, dan yang lain lain itu sudah kosong seolah olah pekerjaan ini sudah selesai seratus persen ini jelas ada dugaan itikat yang tidak baik.(Dun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *