Diduga Volume Pekerjaan Kurang Ini Kata Pengawas Konsultan

Investigasi712 Dilihat

GardaJambi.Com – Merangin. Terkait dengan dugaan Volume pekerjaan rabat beton kurang, yang di kerjakan oleh salah satu pihak Rekanan yang terdapat di BTN Puri Kencana yang sudah malang melintang di dunia proyek.

Pihak Konsultan Pengawas yang di jumpai oleh media ini Senin (27/11/23) mengatakan jika pihak nya tidak memegang Kontrak.

“Kalau untuk masalah volume nyo bang sayo jugo tidak tau kareno sayo tidak memegang kontrak nyo bang tapi kalau mengawasi pekerjaan nyo sayo turun bang ke lapangan dan sayo tidak tau kalau pekerjaan itu kurang volume nyo,

Jika memang ado temuan pengurangan volume sayo akan suruh pihak kontraktor itu untuk menambah nyo lagi bang kalau untuk ketebalan itu nanti akan sayo cek lagi di RAB nyo bang kalau ado yang kurang akan sayo suruh pihak kontraktor untuk menambah nyo lagi” kata Ari selaku pengawas konsultan.

Terpisah saat awak media ini menemui pihak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang biasa di panggil Adek dia sedang tidak ada di ruangan nya dan saat di hubungi lewat via WhatsApp pribadi nya tidak ada jawaban sampai berita ini di rilis belum juga ada balasan dan no WahtsApp pribadi nya pun sudah tidak atip lagi.

Sampai saat ini nampak di lokasi proyek ini tidak ada yang bekerja dan juga tidak nampak tanda tanda pekerjaan ini mau di kerjakan lagi.

Sementara sebelum nya Adek selaku Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) mengatakan.

“Yo ndo itu memang pekerjaan dari Dinas Perumahan dan Pemukiman sayo PPTK nyo kalau untuk masa kontrak kerja nya itu masih lamo sebab itu dari dana APBD-P ndo, masa habis kontrak nyo akhir Desember 2023 besok kalau untuk volume nyo kemaren kami jugo sudah turun dan memang pekerjaan rabat beton tu masih kurang volume nyo, kalau kami dari pihak dinas sudah memberi tahu prihal tersebut ke kontraktor nyo agar pekerjaan ini di sambung lagi kareno volume nyo masih kurang dan kami pihak dinas jugo mengancam kalau tidak dikerjo kan lagi mako sayo pastikan pekerjaan ini tidak biso di termen kan 100 persen,” kata Adek

Dengan demikian membuat media ini semakin penasaran ada apa sebenarnya dengan pekerjaan tersebut, apakah sudah terjadi main mata antara PPTK dengan pihak rekanan.(Dun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *