Diduga Lurah dan Ormas Main Mata, Camat Berang, Proyek Belum Selesai Sudah Tarmen 100 %

Investigasi862 Dilihat

GardaJambi.Com – Merangin. Dari informasi yang di dapat kan oleh Media ini ada pekerjaan Sarana Air Bersih yang berada di samping Kantor Kelurahan Pasar Rantau Pajang Kecamatan Tabir Induk Kabupaten Merangin diduga mangkrak Pasal nya sampai saat ini pekerjaan tersebut belum selesai sedang kan untuk administrasi nya sudah.

Kamis (11/1/24), Media ini mengkonfirmasi ke pihak Kelurahan yang di temui di ruang kerja nya, di karenakan Lurah nya sedang tidak berada di tempat.

“Langsung saja tanya ke sekretaris saya sebab dia yang lebih mengetahui pekerjaan ini,” ujar Mawarna, selaku Lurah pasar Rantau Pajang, saat di hubungi melalui Handphone milik pribadinya.

“Pekerjaan ini memang belum selesai pasal nya pekerjaan ini belum di pasang menara tower air, KWH listrik nya juga karena ini satu paket. sampai saat ini belum juga ada yang di pasang oleh pihak ormas tersebut kami juga tidak tau apa sebab nya kenapa kok sampai saat ini belum juga selesai kami pun juga bingung karena kami hubungi pihak Ormas nya juga tidak di angkat di pesan tidak juga di balas

Selain itu pekerjaan ini sudah di bayar seratus persen laporan ke kecamatan pun juga sudah selesai tapi pekerjaan nya masih belum selesai,” terang Ismail selaku sekretaris Lurah.

Terpisah, Saat awak media menjumpai pihak Kecamatan Tabir Induk Kabupaten Merangin, Di ruang kerja nya

“Kami berterimakasih kepada awak media ini yang sudah memberi informasi ini saya selaku camat tabir induk akan panggil segera pihak Kelurahan Pasar Rantau Panjang dan juga pihak Ormas yang mengerjakan pekerjaan itu selain itu kami pihak kecamatan sudah memberi kuasa penuh ke pihak Kelurahan tersebut siapa yang kerja dan dimana pekerjaan nya dan itu sudah menjadi tanggung jawab pihak kelurahan,” kata Jalaludin selaku camat Tabir Induk.

Terpisah, Media ini pun mencoba menghubungi Aris Kurniawan selaku pemilik Ormas (Masyarakat Merangin Mandiri), melalui Handphone milik pribadinya, namun tidak di angkat dan di WhatsApp pun tidak di balas.

Ini ada dugaan permainan antara Lurah dengan pihak Ormas yang mengerjakan pekerjaan tersebut, pasal nya pekerjaan belum selesai tapi sudah di bayar seratus persen dan sudah di anggap selesai oleh Lurah.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *