Kaban BPKAD Perintahkan Oknum Honorer Kembalikan Uang yang di Pungut Dari Puskesmas Se-Kabupaten Merangin

Investigasi1139 Dilihat

GardaJambi.Com – Merangin. Sempat  heboh oleh oknum honorer di Bidang AKLAP BPKAD Kabupaten Merangin yang melakukan dugaan pungutan liar (pungli) terhadap seluruh Puskesmas yang ada di kabupaten Merangin dengan alasan untuk pembuatan sistem Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan juga untuk pembayaran sewa BOK server.

Kepala Badan BPKAD (Kaban) Mashuri saat di konfirmasi melalui Handphone milik pribadinya, menjelaskan dirinya telah mendapat laporan dari Kabid terkait, dan juga telah menyarankan kepada honorer tersebut agar dapat mengembalikan dana yang telah di pungut dari puskesmas yang ada di Kabupaten Merangin.

“Ya saya tidak tau kalau ada bawahan saya yang melakukan pungutan liar itu dan saya tidak mempunyai media sosial, saya tau ada berita bahwa ada salah satu honorer di bidang AKLAP itu melakukan pungutan liar (pungli) dari Kabid nya yang melaporkan ke saya, dan setelah mendapatkan laporan itu saya langsung memanggil oknum honorer itu dan sempat juga tiga hari honorer itu tidak masuk kantor, saya perintahkan Kabid nya untuk menyurati oknum honorer itu. Dalam pertemuan itu dia juga mengakui bahwa dia memang ada meminta uang kepada pihak Puskesmas tapi itu untuk biaya sewa BOK Server untuk penyimpanan data. Dia juga mengatakan uang itu untuk upah dia bekerja karena itu di luar pekerjaan dia, untuk uang yang sudah dia ambil itu sudah saya perintahkan untuk mengembalikan ke semua puskesmas yang sudah dia ambil uang nya,” terang Mashuri.

Saat awak media menanyakan tentang sistem Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk sistem bantuan operasional kesehatan itu apakah untuk pengurusan  nya melalui BPKAD apa instansi lain.

“Iya memang untuk pengurusan itu di BPKAD tapi itu yang manual bukan yang  pakai sistem, mungkin honorer ini minta upah karena untuk pembuatan sistem Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) karena itu diluar pekerjaan dia, kalau untuk penyewaan BOK server itu tidak ada. saya juga tegas kan BOK server kami itu milik negara bukan untuk di sewakan, entah kalau dia menyewa di tempat lain,” tandas Mashuri.(Dun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *