Terkait Pemberitaan Adanya Pungli di Bidang AKLAP BPKAD, DN Angkat Bicara

Investigasi1069 Dilihat

GardaJambi.Com – Merangin. Sempat di berita kan beberapa kali di Media ini sebelum nya,akhir nya oknum honorer berinisial DN angkat bicara Senin (1/4/24)

Dirinya menjelaskan panjang lebar kepada Media ini, apa yang terjadi sebenarnya dalam persoalan Sistem BOK di Puskesmas tersebut.

“Sebenarnya nya yang meminta adanya iuran di setiap puskesmas itu adalah operator puskesmas itu sendiri, mereka para operator lah yang punya inisiatif untuk iuran itu dan dia juga yang meminta saya supaya saya membuat sistem bok server,” terang DN

“kalau manual itu terlalu sulit dan ribet maka dari itu saya buatkan sistem BOK, kalau BOK server itu saya harus menyewakan alat BOK server di tempat lain karena sistem BOK di kantor tidak cukup untuk menyimpan data lain, maka dari itu diambil lah inisiatif agar setiap puskesmas iuran untuk menyewa BOK server itu,”tambahnya lagi.

Sampai saat ini oknum honorer tersebut tidak pernah melihat dana yang di pungut oleh operator ke setiap puskesmas yang ada di Merangin.

“Sedangkan kalau duit yang di bilang itu,  harus bayar Rp.1.600.000,- (Satu Juta Enam Ratus Ribu) itu saya tidak tau kalau operator itu minta duit ke pihak Puskesmas sebanyak itu, sampai saat ini saya tidak pernah melihat duit yang di pinta oleh operator puskesmas itu,” ungkap DN

Selain itu oknum honorer itu juga mengatakan, diri nya ikhlas membatu para operator Puskesmas, jika laporan tersebut dikerjakan dengan sistem manual ribet, sedangkan laporan tersebut harus masuk serempak Se-kabupaten jika ada yang belum semuanya akan tertunda.

“Saya ikhlas ingin membantu pihak Puskesmas itu karena jika tidak menggunakan alat sistem Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) atau manual mereka juga yang bakal kesulitan sebab Batuan Operasional Kesehatan (BOK) ini laporan nya harus serentak seluruh puskesmas yang ada di kabupaten Merangin, jika ada satu puskesmas saja yang belum selesai laporan nya, maka semua puskesmas harus tertunda, sebab bantuan ini harus serentak semua puskesmas harus bersamaan buatkan laporan tersebut,” tandas DN.(Dun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *