Terkait Dugaan Laporan Fiktif, Desa Pulau Baru, Camat Batam Angkat Bicara

Investigasi1037 Dilihat

GardaJambi.Com – Merangin, Terkait dengan laporan fiktif yang di lakukan oleh Kepada Desa Pulau Baru Kecamatan Batang Masumai, dan

sempat di beritakan oleh media ini beberapa waktu yang lalu, yakni tentang laporan dugaan jalan masyarakat yang diduga di bangun dengan dana swadaya para pemain Pertambangan Emas Tampa Izin (PETI) yang bernilai kurang lebih Rp.100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).

Media ini mencoba mengkonfirmasi ke pihak Kecamatan Batang Masumai Kabupaten Merangin, Ariyanto selaku Camatnya.

Ariyanto berkilah pihak nya hanya memantau sebatas laporan saja, apa memang laporan tersebut untuk pekerjaan jalan masyarakat atau ada lagi yang lainnya.

“Kalau untuk itu kami juga tidak tau dindo sebab kami dari pihak kecamatan cuma sebatas monitor laporan dari pihak desa memang untuk pembangunan jalan masyarakat,” ujar Camat.

Dirinya juga pernah mendengar jika jalan tersebut di bangun oleh pihak pemain PETI yang ada di Desa tersebut.

“Sayo jugo ado dengar dari masyarakat setempat bahwasanya nyo jalan itu di bangun oleh pihak pemain peti.

“Sayo selaku Camat Batang Masumai jugo sudah memberi tahu ke kades, tapi kades Desa Pulau Baru keras kepala dan tidak pernah mau dengar masukan dari orang lain,” tambahnya lagi.

Dan dirinya juga sudah mulai mendengar desas desus di desa tersebut, jika kades sudah mulai di jauhi oleh warga nya.

“Saya juga tahu kalau kades Desa Pulau Baru ini sudah banyak di benci oleh masyarakat nya sendiri, karena dia ini tidak mau mendengarkan masukan dari masyarakat nya,” terang Ariyanto lagi.

“Saya juga sudah sering memberikan saran kepada kades ini agar tidak terlalu arogan sama perangkat nya, saya juga ada mendengar kalau perangkat nya tidak mau mengikuti aturannya  langsung dipecat, dan ini juga sudah sering saya katakan kepada kades, jangan seperti itu karena itu hanya akan menambah banyak Masyarakat Desa Pulau Baru benci terhadapnya, tapi nyatanya kata-kata saya juga tidak di dengar oleh kades, jadi saya harus bagaimana lagi mau mengatakan ke kades. Kalau untuk pembinaan saya rasa saya sudah cukup lah ngasih saran terhadapnya. memang orang nya tidak mau mendengarkan mau bagaimana lagi,” ujar Camat Batam yang mengeluh terhadap media ini.

 

Terpisah, Saat media mencoba menghubungi Kepala Desa Pulau Baru, Via Wathshap pribadi milik nya, tidak aktif, atau no hp media sudah di blokir oleh kades tersebut, atau memang dalam keadaan sedang tidak aktif sampai berita ini di rilis pesan yang di layang kan oleh awak media masih centang satu.(Dun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *